Presiden Joko Widodo atau Pak Jokowi bilang kalau politik uang atau money politic adalah penyakit setiap pemilu di Tanah Air. Praktek itu masih terus berlangsung setiap adanya gelaran pemilu. Emang iya?
“Politik uang ini sudah menjadi penyakit setiap pemilu,” kata Jokowi dalam acara Konsolidasi Nasional Bawaslu di Jakarta, Sabtu (17/12).
Kata Pak Jokowi nih, aturan sebenarnya sudah diperketat. Tapi pada prakteknya, politik uang tetap terjadi dan yang terkena sanksi juga sangat sedikit. Kok bisa?
“Jika dibiarkan lama-lama rusak demorkasi kita,” kata Pak Jokowi.
Makannya, Jokowi minta kepada Bawaslu untuk meningkatkan partisipasi masyarakat untuk ikut mengawal pemilu dan mengawasi praktek politik uang.
- Menuju Ajang ASEAN, BlueScope dan IAI Buka Pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award 2026
- FORTUNE Indonesia Summit 2026 Kembali Digelar Jadi Forum Pengambil Keputusan Bisnis
- Penertiban Konsesi Korporasi di Sumatera Harus Diikuti Langkah Pemulihan Hak Rakyat Atas Tanah
- Ironi Wacana Pengangkatan Status PPPK Pegawai SPPG Di Tengah Status Guru Honorer
- Retro-Politik: Ketika Pilkada Hendak Kembali ke Setelan Pabrik
Jokowi bilang, kalau masalah politik uang dan partisipasi masyarakat ini adalah satu dari empat pesan yang disampaikan kepada semua pejabat Bawaslu dari pusat sampai daerah. Jokowi titip pesan nih buat Bawaslu untuk fokus pada upaya pencegahan dan tidak hanya bekerja saat gelaran pemilu saja.
