Presiden Joko Widodo resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali pada Selasa, (15/11). Pada sambutannya, ia berpesan untuk mengajak kepada Anggota G20 agar mengakhiri perang.
“Suatu kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah KTT G20, saya mengerti kita perlu upaya besar untuk dapat duduk bersama di ruangan ini,” kata Jokowi saat membuka pertemuan sesi pertama.
- Geovation 2026 Catat 165 Inovasi, Pertamina Geothermal Energy Perkuat Budaya Inovasi untuk Dukung Operasional dan Penciptaan Nilai
- Indonesia Dorong Investasi untuk Percepat Transisi Rendah Karbon
- ‘Berbalas Pantun’ AHY dan Prabowo lewat Pidato
- Rupiah dan IHSG Menguat Usai Prabowo Pidato, Efek Baca Teks?
- Soal Posisi Duduk Wapres Gibran, Gibran Nusa: Jangan Terlalu Overthinking
“Menjadi bertanggung jawab berarti mencipatakan situasi yang tidak zero-sum, bertanggung jawab di sini juga berarti kita harus mengakhiri perang. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi dunia untuk bergerak maju,” kata Jokowi menyampaikan pesan perdamaian kepada para pemimpin negara anggota G20.
Jokowi juga menyerukan kepada anggota G20 agar menghindari perang dingin lainnya. Bukan hanya itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa Kelompok 20 ekonomi utama harus berhasil mengatasi krisis paling mendesak di dunia.
“Hari ini, mata dunia tertuju pada kita. Akankan kita berhasil mencetak keberhasilan? Atau kita akan menambah satu kegagalan lagi? Bagi saya, G20 harus berhasil, tidak boleh gagal,” kata Jokowi.
