Gelitik Politik – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra) kembali menyelenggarakan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025, sebagai bentuk dorongan terhadap kolaborasi lintas sektor guna mempercepat investasi berkelanjutan dan transformasi menuju ekonomi hijau.
Menko Infra Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai, kolaborasi antar sektor menjadi kunci agar investasi berkelanjutan dapat tercapai secara lebih efisien.
Menurut AHY, isu keberlanjutan tidak bisa diserahkan pada satu sektor saja. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya menjadikan prinsip keberlanjutan sebagai fondasi utama pembangunan jangka panjang Indonesia.
“Keberlanjutan bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana kita bertumbuh — agar ekonomi bisa bergerak lebih cepat, efisien, dan bersih,” ujar AHY dalam sambutannya pada pembukaan ISF 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat (10/10/2025).
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan komitmen pemerintah untuk merealisasikan proyek Waste to Energy di tahap awal pada 10 kota. Proyek ini, kata Rosan, diminati oleh 192 perusahaan investor, sebagai langkah strategis dalam memaksimalkan potensi energi terbarukan Indonesia.
- FORTUNE Indonesia Summit 2026 Kembali Digelar Jadi Forum Pengambil Keputusan Bisnis
- Penertiban Konsesi Korporasi di Sumatera Harus Diikuti Langkah Pemulihan Hak Rakyat Atas Tanah
- Ironi Wacana Pengangkatan Status PPPK Pegawai SPPG Di Tengah Status Guru Honorer
- Retro-Politik: Ketika Pilkada Hendak Kembali ke Setelan Pabrik
- PO Proyek Ghaib ala Bupati Bekasi: Ketika Bapak-Anak Berakhir di KPK
Rosan mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi energi hijau yang sangat besar, hampir mencapai 3.700 gigawatt, yang terdiri dari: energi surya (3.294 GW), angin (155 GW), air (95 GW), pasang surut (63 GW), bioenergi (57 GW), dan panas bumi (23 GW).
“Potensi besar ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi investasi yang sangat menarik di mata dunia,” tambahnya.
ISF 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Kemenko Infra, Kementerian Investasi/BKPM, dan KADIN Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah.
Forum yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2025 ini menjadi wadah kolaboratif lintas sektor untuk mendorong percepatan ekonomi hijau di Indonesia, dengan melibatkan 10.000 peserta dari berbagai kalangan, baik pemerintah maupun swasta, dari dalam dan luar negeri.
