GelitikPolitik.com – Jakarta, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia bicara soal penyelenggaraan Pilpres 2024. Bahlil mengatakan bahwa para pelaku usaha di Tanah Air menginginkan agar pagelaran Pilpres 2024 diundur. Alasannya, dunia usaha baru saja bangkit dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19.
Menurutnya, pengusaha khawatir upaya pemulihan ekonomi akan terganggu karena adanya pemilu yang berimbas pada stabilitas politik.
“Kalau kita mengecek dunia usaha rata-rata mereka berpikir bagaimana proses demokrasi dalam konteks peralihan kepemimpinan kalau memang ada ruang untuk dipertimbangkan dilakukan proses untuk dimundurkan itu jauh lebih baik,” kata Bahlil dalam agenda temuan survei Indikator Politik.
“Kenapa, karena mereka ini baru selesai babak belur dengan persoalan kesehatan. Ini dunia usaha baru naik, baru mau naik tiba-tiba mau ditimpa lagi dengan persoalan politik. Jadi itu hasil diskusi saya sama mereka,” sambungnya.
Bahlil menyebut langkah memajukan atau memundurkan waktu penyelenggaraan pemilu bukan sebuah hal yang haram dalam sejarah perjalanan Indonesia. Pernah terjadi di Orde Lama dan peralihan era Orde Baru ke Reformasi.
Istana Menepis
Kendati demikian, pihak Istana menilai pernyataan Bahlil adalah bukan pernyataan resmi pemerintah. Moeldoko mengungkapkan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait usulan perpanjangan pemerintahannya.
“Tidak [bukan sikap Presiden], lagipula hingga saat ini sikap Pak Presiden [Jokowi] sudah jelas [tidak ada perpanjangan masa pemerintahan],” kata Moeldoko kepada Wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan seperti dikutip Bisnis.com, Selasa (11/1/2022).
Moeldoko juga menegaskan, bahwa pernyataan Bahlil memiliki alasan dan landasan yang kuat.
“Tanya kepada pak Bahlil kenapa berbicara begitu, tetapi sekali lagi pasti ada alasan-alasan yang memperkuat sehingga dia mengucapkan hal demikian,” ujarnya.
Disentil NasDem
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, Saan Mustofa meminta Bahlil untuk fokus mengurus investasi yang menjadi ruang lingkup kerjanya, tidak usah mencampuri soal jadwal penyelenggaraan Pemilihan Presiden 2024.
Menurutnya, Bahlil sebaiknya tidak menyampaikan pernyataan yang membuah kegaduhan politik di tengah masyarakat.
“Lebih baik Bahlil konsentrasi bagaimana investasi di Indonesia ini tumbuh sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan itu juga sedikit akan membantu terkait dengan pemulihan ekonomi,” kata Saan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat seperti dikutip CNN Indonesia, pada Selasa (11/1).
“Kita berharap semua karena sekarang sedang fokus menangani pandemi, menangani recovery pasca pandemi, maka para pejabat jangan membuat suasana politik menjadi lebih gaduh begitu saja. Jadi konsentrasi saja di tugasnya masing-masing,” sambungnya.
