Beredar kabar bahwa akan ada badai pada tanggal 28 Desember 2022 yang menggemparkan dunia maya. Masyarakat khawatir akan terjadi seperti 2 tahun lalu. yaitu saat pergantian tahun 2020 yang mana hampir seluruh Jabodetabek diguyur hujan lebat hingga menimbukan banjir di beberapa daerah.
Prediksi akan adanya badai tersebut sampaikan oleh Erma Yuliastin, seorang peneliti dari Pusat Riset Iklim Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Melaui akun twiitter pribadinya, pada Senin (26/12), disebutkan potensi hujan ekstrem dan badai dahsyat akan terjadi berdasarkan Analisa data dari Satelit Early Warning System atau Sadewa.
“Potensi Banjir Besar Jabodetabek, Siapapun Anda yg tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022” tulis @EYuliastin.
- Menuju Ajang ASEAN, BlueScope dan IAI Buka Pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award 2026
- FORTUNE Indonesia Summit 2026 Kembali Digelar Jadi Forum Pengambil Keputusan Bisnis
- Penertiban Konsesi Korporasi di Sumatera Harus Diikuti Langkah Pemulihan Hak Rakyat Atas Tanah
- Ironi Wacana Pengangkatan Status PPPK Pegawai SPPG Di Tengah Status Guru Honorer
- Retro-Politik: Ketika Pilkada Hendak Kembali ke Setelan Pabrik
Dalam penjelasanya dia menambahkan bahwa Badai dahsyat dari laut akan dipindahkan ke darat melalui dua jalur: dari barat melalui angin baratan yang membawa hujan badai dari laut (westerly burst) dan dari utara melalui angin permukaan yg kuat (northerly, CENS).
Penjelasan BMKG
Setelah cuitan Erma beredar, di kutip dari press release laman resmi BMKG, dijelaskan bahwa apa yang akan terjadi bukanlah badai akan tetapi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Kepala Pusat Meterologi Publik BMKG, Rachri Radjab mengatakan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat hingga awal 2023 dan kemungkinan sangat lebat berpotensi terjadi pada tanggal 30 Desember 2022.
Mengenai badai, Fachri menjelaskan lebih lanjut istilah badai agar masyarakat memiliki pandangan yang sama soal terminologi tersebut.
“Badai menurut terminologi meteorologi adalah bagian hujan lebat dan angin kencang yang biasanya terkait dengan siklon tropis atau angin kencang yang menyertai cuaca buruk berkecepatan sekitar 64-72 knot,” kata dia.
Sedangakan Deputi Bidang Meteorologi BMKG, menjelaskan cuaca yang akan terjadi menjelang tahun baru bukanlah badai.
“Berdasarkan Prakiraan cuaca BMKG, pada 28 Desember 2022 pada umumnya adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat namun bukan badai,” kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto pada wartawan, Selasa (27/12/2022).
Guswanto mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang serta memperbarui informasi melalui kanal-kanal resmi BMKG akan tetapi tetap waspada akan adanya dampak cuaca ekstrim yaitu adanya potensi bencana hidrometeorologis.
