Partai NasDem mengungungkapkan bahwa koalisi yang hendak dibangun untuk mengusung Anies Baswedan yaitu dengan menggandeng Demokrat dan PKS terganjal sosok calon wakil presiden yang nantinya akan mendampingi Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang.
Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengatakan bahwa Demokrat dan PKS tidak keberatan untuk mengusung Anies sebagai capres. Menurutnya, hal itu menjadi benang merah penjajakan koalisi.
“Membuat pendalaman-pendalaman secara platform, cawapres dan waktu,” kata Willy di UGM, Yogyakarta, Senin (10/10).
- Geovation 2026 Catat 165 Inovasi, Pertamina Geothermal Energy Perkuat Budaya Inovasi untuk Dukung Operasional dan Penciptaan Nilai
- Indonesia Dorong Investasi untuk Percepat Transisi Rendah Karbon
- ‘Berbalas Pantun’ AHY dan Prabowo lewat Pidato
- Rupiah dan IHSG Menguat Usai Prabowo Pidato, Efek Baca Teks?
- Soal Posisi Duduk Wapres Gibran, Gibran Nusa: Jangan Terlalu Overthinking
Willy menegaskan ada satu kendala yang belum disepakati koalisi pengusung Anies Baswedan yaitu siapa yang akan mendampingi Anies sebagai cawapres. Ia mengatakan bahwa NasDem menyerahkan sepenuhnya sosok cawapres kepada Anies Baswedan. Akan tetapi, perlu dibicarakan dengan Demokrat dan PKS.
“Kalau NasDem enggak ada. Kalau kami ingin dwitunggal, tidak ingin kawin paksa, ya sudah saling melengkapi saja,” kata Willy.
Willy menegaskan bahwa pihak yang mendaftar ke KPU adalah partai politik selaku pemilik tiket. Oleh karena itu, partai-partai yang akan berkoalisi perlu mencapai kata sepakat terlebih dahulu.
