Partai NasDem mengungungkapkan bahwa koalisi yang hendak dibangun untuk mengusung Anies Baswedan yaitu dengan menggandeng Demokrat dan PKS terganjal sosok calon wakil presiden yang nantinya akan mendampingi Anies Baswedan pada Pilpres 2024 mendatang.
Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengatakan bahwa Demokrat dan PKS tidak keberatan untuk mengusung Anies sebagai capres. Menurutnya, hal itu menjadi benang merah penjajakan koalisi.
“Membuat pendalaman-pendalaman secara platform, cawapres dan waktu,” kata Willy di UGM, Yogyakarta, Senin (10/10).
- Menuju Ajang ASEAN, BlueScope dan IAI Buka Pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award 2026
- FORTUNE Indonesia Summit 2026 Kembali Digelar Jadi Forum Pengambil Keputusan Bisnis
- Penertiban Konsesi Korporasi di Sumatera Harus Diikuti Langkah Pemulihan Hak Rakyat Atas Tanah
- Ironi Wacana Pengangkatan Status PPPK Pegawai SPPG Di Tengah Status Guru Honorer
- Retro-Politik: Ketika Pilkada Hendak Kembali ke Setelan Pabrik
Willy menegaskan ada satu kendala yang belum disepakati koalisi pengusung Anies Baswedan yaitu siapa yang akan mendampingi Anies sebagai cawapres. Ia mengatakan bahwa NasDem menyerahkan sepenuhnya sosok cawapres kepada Anies Baswedan. Akan tetapi, perlu dibicarakan dengan Demokrat dan PKS.
“Kalau NasDem enggak ada. Kalau kami ingin dwitunggal, tidak ingin kawin paksa, ya sudah saling melengkapi saja,” kata Willy.
Willy menegaskan bahwa pihak yang mendaftar ke KPU adalah partai politik selaku pemilik tiket. Oleh karena itu, partai-partai yang akan berkoalisi perlu mencapai kata sepakat terlebih dahulu.
