Gelitik Politik – Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada Jumat (14/08) siang ini usai Presiden Prabowo menyampaikan Pidato Kenegaraan pada agenda Sidang Tahunan MPR, DPR, dan DPD RI.
Dilansir data Bloomberg, rupiah hingga pukul 13.00 berada pada level Rp17.831 per USD. Nilai ini menguat 46 poin atau setara 0,26 persen dari Rp17.877 per USD pada penutupan perdagangan kemarin.
Yahoo Finance mengatakan rupiah bahwa rupiah berada di level Rp17.833 per USD. Pada waktu yang sama, bergerak menguat 44 poin atau 0,25% dibanding pembukaan perdangan pagi tadi sebesar Rp17.877 per USD.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat dibuka melemah 0,08 persen k elevel 6.296,59 kemudian berbalik menguat. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 35,42 poin atau 0,56% ke poisis 6.337,19.
Padahal, IHSG sempat berada di zona merah. Data perdagagan sebelumnya menunjukkan indeks turun 5,17 poin atau 0,08 persen ke level 6.296,59 pada pembukaan.
Efek Pidato Lihat Teks?
Presiden Prabowo menyampaikan pidato kenegaraan pada agenda Sidang Tahunan MPR. DPD, dan DPR RI yang rutin dilaksanakan setiap tahun menjelang 17 Agustus. Pidato tersebut dalam rangka menyampaikan Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan dalam rangka HUT RI ke-81.
Berbeda dari pidato yang biasa dilakukan Prabowo tanpa melihat teks, kali ini terlihat penyampaian pidato Prabowo dibantu oleh teleprompter. Meskipun di beberapa bagian, Presiden terlihat spontan tanpa membaca teks.
Pengamat komunikasi politik sekaligus pendiri Gelitik Politik, Amrul Haqq melihat ini sebagai langkah membangun persepsi positif terhadap para investor dan juga arah ekonomi nasional.

“Respons positif pasar terhadap IHSG dan Rupiah bukan sekadar reaksi atas data angka, melainkan dampak dari komunikasi politik yang efektif. Efek pidato Presiden yang terarah dan konsisten berhasil memangkas spekulasi negatif, sehingga membangun confidence dan persepsi positif para investor terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.” ujar Amrul Haqq, dikutip pesan singkat, Jumat (14/08).
Ia juga berharap ke depannya, komunikasi politik yang terukur terus dilakukan oleh para pejabat agar tidak memicu spekulasi negatif dan menjaga iklim positif pasar.
“Pasar merespons positif narasi yang terukur. Ke depan, para pejabat publik diharapkan terus menjaga disiplin dan kejelasan komunikasi agar tidak memicu spekulasi, sehingga kepercayaan investor dan stabilitas pasar tetap terjaga.” pangkas Amrul.
