Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMK) berdasarkan level untuk menangangi pandemi virus Covid-19 baik di wilayah Jawa-Bali maupun luar Jawa-Bali berakhir pada hari ini, Senin (09/05).
PPKM Jawa-Bali sebelumnya diberlakukan selama tiga pekan, sejak 19 April lalu. Sementara itu, PPKM wilayah luar Jawa-Bali baru dimulai April lalu dan semuanya berakhir pada hari ini.
Untuk PPKM Jawa-Bali, tidak ada satu pun kabupaten/kota yang masuk dalam kategorti PPKM level 4. Untuk daerah level 3 hanya tinggal 2 wilayah, level 2 sebanyak 97 kabupaten/kota, dan daerah level 1 sebanyak 29 kabupaten/kota.
Sedangkan untuk PPKM luar Jawa-Bali pada dua pekan lalu, jumlah daerah yang bersatatus level 1 mengalami kenaikan dari sebelumnya 84 daerah menjadi 131 daerah. Sementara itu, pada level 22 turun dari sebelumnya 259 menjadi 216 daerah.
Hal serupa terjadi pada daerah PPKM level 3 dari yang sebelumnya 43 daerah menjadi 39 daerah. Sementara itu, tidak ada lagi kabupaten/ktoa di luar Jawa-Bali yang masuk dalam kategori PPKM level 4.
Siapa Bilang Berakhir? Opung Bilang Lanjut
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPMK) Jawa-Bali, Opung Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa situasi pandemi Covid-19 pasca Hari Raya Idulfitri terus membaik. Total angka keterisian rawat inap menurut 70 persen dari masa puncak pertengahan Februari 2022 lalu.
“Kondisi varian Omicron di tengah momen Idulfitri yang lalu hingga saat ini masih sangat terkendali, perkembangan Jawa-Bali juga terus menunjukkan tren penurunan yang signifikan hampir di seluruh provinisi,” kata Opung Luhut dalam konferensi pers Senin (09/05).
“Pemerintah juga menegaskan hingga hari ini masih dan akan terus memberlakukan aturan PPKM Jawa Bali hingga waktu yang masih belum ditentukan mengikuti hasil evaluasi secara regular yang dipimpin langsung oleh Presiden,” lanjut Opung.
Meski begitu, Luhut tetap mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan work from home atau (WFH) nih guys, di tengah mobilitas yang kembali meningkat udah kayak kondisi normal lagi. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir resiko penularan virus.
“Untuk itu pemerintah akan memantau pergerakan kasus dalam satu hingga dua minggu ke depan demi memperkuat testing atau tracing,” kata Opung.
“Kami juga mengimbau untuk mengoptimalkan WFH selama beberapa waktu ke depan untuk mengurangi resiko penyebaran virus ini,” pungkas Opung.
