Musyawarah Daerah Partai Demokrat Jawa Timur berujung kisruh, persaingan Musda Demokrat Jatim melibatkan Emil Elestiano Dardak dan Bayu Airlangga yang merupakan menantu politikus senior Partai Demokrat Soekarwo yang tak lain mantan Gubernur Jawa Timur.
Musda berakhir kisruh karena Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY lebih memilih Emil Dardak menjadi Ketua Demokrat Jatim. Padahal, Bayu Airlangga mengantongi mayoritas suara dibandingkan Emil. 25 DPC Demokrat di Jawa Timur mendukung Bayu Airlangga, sementara 13 DPC merapat ke Emil Dardak.
Dalam proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilaksanakan oleh DPP Partai Demokrat, menantu Pakde Karwo itu tumbang. Melalui proses itu, Emil yang akhirnya dipilih oleh DPP Partai Demokrat sebagai Ketua DPD Demokrat Jawa Timur.
Keputusan itu mendapat perlawanan dari DPC pemilik suara yang mendukung Bayu dan menyebut AHY tidak demokratis. Atas konflik itu, Bayu akhirnya menyatakan mundur dari partai setelah kalah dari pertarungan kursi Ketua DPD Demokrat Jawa Timur. Bayu menuding ada permainan politik uang di balik terpilihnya Emil Dardak.
“Ada tanggung jawab moral, dan etika kepatutan berpolitik. Batas kepatutan itu tidak boleh diterjang seenaknya saja. Sebagai seorang kader yang menjunjung asas demokrasi, ketika demokrasi itu sendiri tidak ada di partai, saya memutuskan mundur dari Demokrat,” kata Bayu.
Emil Lebih Berpengalaman?
Menjawab polemik itu, DPP Demokrat menjawab dan mengungkapkan alasan memilih Emil Dardak sebagai Ketua DPD Jawa Timur yang salah satunya menyebut bahwa Emil lebih memiliki pengalaman politik dibandingkan kandidat lainnya, yaitu Bayu Airlangga.
“Emil pernah menjadi bupati. Lalu, saat ini dia sedang mengemban amanah wakil gubernur. Sementara, Bayu sendiri baru menjadi Anggota DPRD Provinsi. Jelas, pengalaman di dunia politik jauh lebih matang Emil dibandingkan Bayu,” kata Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra dalam keterangan pers dilansir CNN Indonesia.
Pihak DPP juga mengatakan bahwa Emil dalam proses fit and proper test tampak menguasai berbagai persoalan partai termasuk rencana pemenangan Partai Demokrat di Jawa Timur.
Sebelumnya, penetapan Emil Dardak sebagai Ketua DPD Demokrat Jatim menimbulkan kekecewaan bagi sejumlah pihak. Sejumlah Ketua DPC Demokrat di Jatim menyesalkan keputusan DPP Demokrat yang menunjuk Emil yang justru kalah suara di Musda akan tetapi ditetapkan menjadi Ketua Demorkat Jatim.
