GelitikPolitik.com – Jakarta, Hari Pers Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Februari menjadi sebuah momentum sekaligus refleksi bagaimana kerja-kerja media untuk kepentingan publik berjalan sebagaimana mestinya.
Pendiri GelitikPolitik.com, Amrul Haqq mengatakan bahwa kerja-kerja media mestinya harus diiringi dengan integritas insan pers dan berita yang berkualitas.
“Pertama-tama saya mengucapkan selamat Hari Pers Nasional 2023 untuk kita semua insan pers yang menjadi ujung tombak informasi untuk khalayak,” kata Amrul kepada media, Kamis (09/02).
“Bagaimanapun, kerja-kerja media sebagai ujung tombak informasi harus tetap menegakkan nilai-nilai integritas dan kualitas berita, disamping juga harus tetap berdiri teguh pada kode etik jurnalistik,” tambahya.
- Menuju Ajang ASEAN, BlueScope dan IAI Buka Pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award 2026
- FORTUNE Indonesia Summit 2026 Kembali Digelar Jadi Forum Pengambil Keputusan Bisnis
- Penertiban Konsesi Korporasi di Sumatera Harus Diikuti Langkah Pemulihan Hak Rakyat Atas Tanah
- Ironi Wacana Pengangkatan Status PPPK Pegawai SPPG Di Tengah Status Guru Honorer
- Retro-Politik: Ketika Pilkada Hendak Kembali ke Setelan Pabrik
Amrul Haqq menilai, di era tahun politik seperti ini, insan pers rentan menjadi kaki tangan kepentingan politik. Sehingga mengesampingkan kepentingan publik untuk mendapatkan berita-berita yang berkualitas dan objektif.
“Tahun ini sudah memasuki tahun politik, kehadiran insan pers dibutuhkan untuk menjadi lidah penyambung aspirasi masyarakat dan menyajikan dinamika politik Indonesia tanpa hoax dan propaganda,” kata Amrul Haqq.
Menurutnya, Pers memegang peranan penting dalam mengawal pembangunan bangsa sejak sebelum Indonesia merdeka. Lalu, menjadi corong informasi dan sebagai alat propaganda untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.
“Tantangan bagi insan pers sekarang ini adalah bertahan di era merebaknya industri media digital. Adaptasi media yang sebelumnya koran kertas kini beralih ke koran digital yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun. Sehingga, produk-produk jurnalistik dapat mengisi ruang digital dan tidak ketinggalan zaman,” pungkasnya.
