Cendekiawan Perempuan Papua (CPP) menggelar Kongres Pertama yang dibuka secara langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Puspayoga di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (22/3).
Kongres ini juga dihadiri langsung oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia H.E Lyudmila Vorobyova, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno secara virtual dan beberapa pejabat serta Ketua Organisasi Wanita se-Indonesia.

“Agenda CPP setelah kongres adalah Persiapan W20 Host Side Manokwari Papua Barat serta Seminar Nasional tentang Peran Perempuan Papua dalam Implementasi Otsus Papua setelah Revisi UUD No.2 Tahun 2021 yang akan diadakan di Manokwari,” Ujar Greez Numberi selaku ketua Pelaksana Kegiatan.
Tujuan Cendekiawan Perempuan Papua hadir adalah untuk Menjadi Alat Pemersatu Perempuan seluruh Tanah Papua, Indonesia dan Dunia. Menjadi alat pendorong pemberdayaan perempuan Papua serta menjadi alat pelaksana SDG’S (menghentikan kelaparan, mengembangkan Ketahanan Pangan dan nutrisi, serta mempromosikan pertanian berkelanjutan).
“Selain itu juga banyak pokok-pokok pembahasan seperti halnya Perdasus terkait Pelindungan HAM, Anak dan Perempuan,” Pungkas dr. Rosaline Rumaseuw (Ketua Umum CPP).
