Puan Maharani yang kerap disapa Mbak Puan acap kali menjadi perbincangan publik. Segala aktifitas yang dilakukan dalam kegiatan politik sering menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Ketika ada kegiatan turun kelapangan beberapa masyarakat menilai bahwa apa yang dilakukan puan sering dikaitkan untuk menarik simpati masyarakat sebagai modal pencalonan Presiden 2024 mendatang. Akan tetapi, banyak juga yang mengapresiasi apa yang dilakukan Puan adalah salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat.

Sebagai contoh saat kunjungan ke lapangan di Pasar Pondok Gede, Bekasi pada 21 September 2022 silam. Pada kesempatan kunjungan itu, Puan sempat membagi-bagikan kaos.  Akan tetapi Puan terlihat cemberut dan terkesan tidak ramah bahkan kaosnya dilepar ke sembarang arah.

Kejadian itu pun viral dan menimbulkan hujatan kepada Puan, sampai Ketua DPP PDI-P Said Abdullah angkat bicara. Menurutnya, Puan tampak cemberut karena ulah pengawal pribadinya. Karena puan kaget walprinya yang membagi-bagikan kaus ke warga. Menurutnya pembagian kaos itu tugas elit partai politik. Sedangkan walpriya cukup jaga-jaga saja.

“Mbak Puan kaget, ‘Lho, kok kamu yang megang kaus?’ Mbak Puan itu nanya, bukan marah. ‘Kok kamu yang pegang kaus? Kan seharusnya bukan kamu. Kamu menjaga tugas’,” ujar Said di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/2022).

Klarifikasi

Dalam program eksklusif Rosi kompasTV dalam tema Puan Maharani: Tidak Ada “Bintang” yang Bersinar di PDI-P, Rosi sempat menyinggung wajah cemberut Puan, yang mana mengarah pada video yang viral saat bagi-bagi kaos. Disitu Rosi sebagai host menanyakan langsung kenapa Puan terlihat judes dan cemberut.

Mbak Puan judes amat? Apa si yang terjadi sebenarnya?,” Tanya rosi

Puan Maharani klarifikasi kepada rosi bahwa dia kesal kepada timnya di lapangan bukan kepada rakyat. Dia menjelaskan pada acara itu cuaca sangat panas banyak rakyat yang menunggu untuk salaman dan mendapatkan kaos, akan tetapi tim di lapangan tidak sigap dalam membantu.

 “Karena pada saat itu cuaca panas banget, terik dan rakyat banyak, ada yang minta kaos, harusnya tim itu lebih sigap dalam membantu saya membagi-bagikan kaos, tapi ternyata tidak sesuai harapan kemudian terjadilah hal seperti itu,” Jawab Puan

Dalam kesempatan itupun Puan akhirnya meminta maaf kepada masyarakat jika saat itu dia terlihat judes dan cemberut.

“Ya adakalanya manusia kan jadi badmood lah karena panas, rakyat banyak, situasinya tidak menudukung dan lain sebagainya. Tapi pada intinya adalah saya minta maaf kalau itu kemudian kok gini sih, itu saja yang bisa saya sampaikan pada kesempatan ini”. Tambahnya.

Dari kejadian itupun Puan mengakui dia belajar banyak atas insiden itu dan menyadari bahwa menjadi seorang pemimpin harus tetap tersenyum dalam keadaan apapun.

Share.
Leave A Reply