Giring (Nidji) seperti yang publik tahu adalah mantan vokalis yang kemudian mendapat ilham untuk terjun ke dunia politik yang mengatasnamakan anak muda, entah anak muda mana yang terwakilkan oleh partai ‘baru’ yang kemudian bisa lolos verifikasi KPU dan berhasil menjadi peserta pemilu 2019, meskipun belum lolos ke Senayan, eksistensi PSI sudah ada ditiap daerah dalam hal ini beberapa kadernya menempati kursi-kursi DPRD.
Sejak mundurnya Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie, Giring didapuk sebagai Plt. Ketua Umum dan sejak itulah ia membuat kegaduhan sekaligus ‘guyonan’ politik. Tak ada hujan tak ada angin, pada Agustus 2020 Giring dikabarkan akan maju sebagai Capres 2024, ini dibuktikan dengan beberapa baliho besar yang terpasang di berbagai tempat dengan narasi “GIRING UNTUK PRESIDEN 2024”.
Jiwa muda yang masih berkobar dalam diri Giring adalah semangat optimisme yang tak boleh hilang, Tan Malaka pernah berkata kalau idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh pemuda, Giring adalah pemuda yang idealis tapi tidak realistis. Sensasi politik yang digemborkan Giring dan PSI sejak dia mengabarkan akan maju Pilpres 2024 adalah praktek komunikasi politik yang kampungan.
Pun juga dengan pernyataan Giring soal Anies Baswedan pembohong yang telah menggunakan uang rakyat untuk ego pribadi. Dalam video yang diunggah diakun resmi DPP PSI, Giring menyampaikan pesan bahwa Anies lebih mementingkan Formula E yang menghabiskan anggaran APBD sebesar 1 triliyun dan Anies membayar uang muka dan jaminan bank untuk pelaksanaan Formula E dibayar Anies saat pemerintah mengumunkan negara dalam keadaan darurat pandemi covid-19. Namun, video yang ditayangkan adalah video Jokowi dengan narasi yang memuja muji kemudian disambung dengan video yang ‘menghabiskan’ Anies Baswedan.
Harus dimaklumi, Giring bukanlah politisi ulung, sehingga tidak tahu bagaimana caranya menyampaikan pesan politik tapi tidak ada unsur keberpihakan. Dari video pendek itu pun, PSI sebenarnya sedang mewakili Jokowi, bukan anak muda. Jangan sampai karena keberpihakan yang mesra dengan penguasa, PSI mendapat stigma PDIP U21.
Tim Penulis GelitikPolitik.com
