GelitikPolitik.com – Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebut ada partai politik (Parpol) yang tidak lolos verfikasi KPU yang terafiliasi teroris.
Hal itu dikatakan oleh Kepala BNPT Boy Rafli Amar
saat ditemui dalam dialog kebangsaan BNPT, KPU, dan Bawaslu bersama partai politik di Hotel The St. Regis Jakarta, Senin (13/3).
“Terafiliasi ya. (Parpolnya) Tidak lolos verifikasi. Karena ya memang kita sudah dapat masukan-masukan dari awal dan Insya Allah yang lolos ini adalah sifatnya clear. Jadi yang beberapa tidak lolos itu yang hari ini kami katakan ada indikasi,” ujar Boy.
- Tengah Malam Bukannya Tahajud Malah Naikin Pertamax
- Dapur Ngebul Sampai Ke Jeddah
- Menuju Ajang ASEAN, BlueScope dan IAI Buka Pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award 2026
- FORTUNE Indonesia Summit 2026 Kembali Digelar Jadi Forum Pengambil Keputusan Bisnis
- Penertiban Konsesi Korporasi di Sumatera Harus Diikuti Langkah Pemulihan Hak Rakyat Atas Tanah
Boy menyebut ada satu parpol yang memiliki anggota terafiliasi dengan kelompok terorisme. Menurut dia, parpol tersebut tidak masuk dalam jajaran peserta politik 2024 mendatang.
Ia tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai identitas parpol tersebut.
Lebih lanjut, Boy mengatakan hal itu menjadi perhatian agar kelompok intoleran tidak membuat partai baru di kemudian hari.
“Kita harus jaga ke depan, jangan sampai nanti membentuk partai baru, tetapi ternyata pengurusnya itu latar belakangnya adalah kelompok intoleran, radikal, terorisme. Background pengurus ya. Belum lagi platform-nya, jadi platform azas partai tentu tidak boleh lepas dari ideologi negara Pancasila. Itu aja yang harus kita jaga,” jelas Boy.
