GelitikPolitik.com – Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi didesak publik untuk mundur sebagai menteri pasca diretasnya Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDSN 2). Akibat peretasan itu, layanan publik di Indonesia sempat lumpuh.
“Ya tunggu saja lah,” ujar Budi Arie saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (27/06).
- Geovation 2026 Catat 165 Inovasi, Pertamina Geothermal Energy Perkuat Budaya Inovasi untuk Dukung Operasional dan Penciptaan Nilai
- Indonesia Dorong Investasi untuk Percepat Transisi Rendah Karbon
- ‘Berbalas Pantun’ AHY dan Prabowo lewat Pidato
- Rupiah dan IHSG Menguat Usai Prabowo Pidato, Efek Baca Teks?
- Soal Posisi Duduk Wapres Gibran, Gibran Nusa: Jangan Terlalu Overthinking
“Ah sudah lah biar saja,” lanjut Budi menjawab desakan agar dirinya mundur.
Budi Arie memilih tidak berkomentar atas desakan masyarakat yang menginginkannya mundur usai Pusat Data Nasional Sementara 2 diretas hacker.
“Ah no comment kalau itu, itu hak masyarakat untuk bersuara,” katanya.
Budi menegaskan tidak ada kebocoran data yang timbur dari peristiwa peretasan PDNS 2.
“Pokoknya intinya bahwa semoga tidak ada kebocoran data, isu kebocoran data tuh belum sampai. Sampai sekarang belum teridentifikasi ada bukti, enggak ada pembocoran ya,” imbuhnya.
