GelitikPolitik.com – Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi didesak publik untuk mundur sebagai menteri pasca diretasnya Pusat Data Nasional Sementara 2 (PDSN 2). Akibat peretasan itu, layanan publik di Indonesia sempat lumpuh.
“Ya tunggu saja lah,” ujar Budi Arie saat ditemui di Komplek Parlemen, Senayan, Kamis (27/06).
- Tengah Malam Bukannya Tahajud Malah Naikin Pertamax
- Dapur Ngebul Sampai Ke Jeddah
- Menuju Ajang ASEAN, BlueScope dan IAI Buka Pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award 2026
- FORTUNE Indonesia Summit 2026 Kembali Digelar Jadi Forum Pengambil Keputusan Bisnis
- Penertiban Konsesi Korporasi di Sumatera Harus Diikuti Langkah Pemulihan Hak Rakyat Atas Tanah
“Ah sudah lah biar saja,” lanjut Budi menjawab desakan agar dirinya mundur.
Budi Arie memilih tidak berkomentar atas desakan masyarakat yang menginginkannya mundur usai Pusat Data Nasional Sementara 2 diretas hacker.
“Ah no comment kalau itu, itu hak masyarakat untuk bersuara,” katanya.
Budi menegaskan tidak ada kebocoran data yang timbur dari peristiwa peretasan PDNS 2.
“Pokoknya intinya bahwa semoga tidak ada kebocoran data, isu kebocoran data tuh belum sampai. Sampai sekarang belum teridentifikasi ada bukti, enggak ada pembocoran ya,” imbuhnya.
