GelitikPolitik.com – Dunia Pendidikan digegerkan dengan meninggalnya RNF, seorang mahasiwi Universitas Negeri Yogyakarta(UNY) Pada hari selasa (11/01/2023). Kabar itu lantas menjadi viral di media sosial setelah temannya @rgantas yakni Ganta Samendawai mengunggah perjalanan RNF melalui thread di twitter.

Dari thread itu dikatakan bahwa RNF adalah mahaiswi Angkatan tahun 2020 dan berasal dari keluarga yang kurang mampu berdomisili di purbalingga provinsi jawa tengah. Untuk mencukupi kebutuhan pokok seperti, sabun, odol, mi instan selama kuliah pun diberi oleh teman-temannya.

“Orang tuanya sehari-hari jualan sayur di gerobak pinggir jalan. Di saat yang sama, ibunya harus menghidupi Riska dan keempat adiknya nan belum lulus sekolah. Tidak sulit untuk menebak bahwa jelas keuangan keluarga Riska tak akan cukup membiayai perkuliahannya.” @rgantas

Masalah berawal Ketika saat RNF diminta untuk mengunggah berkas saat pendaftaran di laman resmi UNY akan tetapi dia tidak memiliki laptop. Dan akhirnya meminjam hp android milik tetangganya, karena hp androidnya kurang mendukung akhirnnya tidak bisa mengunggah berkas yang diminta, sehingga berpengaruh dengan UKT yang RNF tanggung yaitu menjadi sebesar Rp.3.014.000. meski sudah mengisi data dengan ketentuan pendapatan ekonominya.

Dengan besaran UKT yang dia tanggung, RNF merasa keberatan. dia sendiri sudah berusaha dan melakukan berbagai upaya untuk tetap melanjutkan kuliahnya. Dari sambil bekerja part time tapi itu belum cukup. bahkan pernah bolak-balik dengan berjalan kaki untuk menemui rektorat UNY untuk meminta keringanan UKT.

“Padahal, baru-baru ini saya baru tau, kala itu hanya untuk bolak-balik rektorat, ia selalu jalan kaki dari kosannya di Pogung sampai ke jl. Colombo. Riska memang selalu jalan kaki ke mana saja. Mahfum, ia ga memiliki cukup uang utk memesan driver online,” tulis @rganta

Atas apa yang dialami RNF, ganta sendiri sebagai temanyapun sudah berusaha untuk menjembatani RNF untuk bertemu petinggi birokrat untuk masalah keringatan UKT. Namun hanya mendapatkan keringanan kurang lebih sebesar Rp.600.000 yang mana bagi RNF masih dinilai terlalu berat.

Hingga akhrinya RNF sudah tidak ada kabar lagi, RNF adalah sosok yang dikenal gigih dan tidak kenal lelah oleh temannya. mungkin RNF sedang cuti dan bekerja untuk membayar UKT semester berikutnya. Akan tetapi, tepat pada 9 maret 2021 ternyata sudah meinggal.

RNF menderita hipertensi berat diduga diperparah dengan stress yang berujung depresi hingga pembuluh darah di otak pecah sehingga RNF meninggal.

Tanggapan Rektor UNY

Atas kejadian itu Rektor UNY Sumaryanto angkat bicara. Dia sudah mengatakan di berbagai tempat dan kesempatan kepada, dosen, tenaga pendidik dan mahasiswa jika mengalami kesulitan masalah keungan bisa kirim surat ke rektor. Akan tetapi harus jujur.

“Kalau tidak bisa membayar kirim surat ke rektor, insya Allah mesti saya bantu itu komitmennya. Jadi, kami tidak ingin keluarga besar kami tidak selesai studi hanya masalah uang, maka ajukan surat ke rektor. Kalau bukan UNY yang membantu, Sumaryanto secara pribadi,” tuturnya.

Sumaryanto juga menjelaskan bahwa untuk penurunan UKT sendri ada mekanismenya. Mahasiswa yang bersangkutan, diketahui oleh orangtua, lalu mengajukan ke rektor.

“Diketahui orangtua, juga pimpinan mengajukan ke rektor, bisa penundaan, bisa penurunan, bisa pembebasan. Pasti surat itu saya disposisi mohon untuk dipelajari, nanti jajaran biasanya Pak WR II,” lanjut Rektor.

Kalaupun sudah diturunkan dan masih merasa keberatanpun masih bisa diskusi dengan rektor. Sumaryanto sendiri merasa sedih telah ada kabar mahasiswa UNY yang tak mampu membayar UKT bahkan hingga depresi.

Atas kejadian yang sedang viral, Sumaryanto meminta data RNF  akan menindakanjuti lebih lanjut yang menyangkut UKT untuk difollow-up.

Sumaryanto menyebut pengajuan penurunan UKT bisa dilakukan saat terjadi kesalahan input awal sehingga UKT dinilai terlalu tinggi. Kedua, di tengah jalan terkena bencana alam atau kecelakaan, atau orang tua meninggal sehingga menjadi yatim piatu atau kena PHK.

Share.
Leave A Reply