Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Nusantara menggelar aksi untuk menolah rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat pada Kamis, (01/09).

Massa aksi tiba di sekitar Patung Kuda dengan membawa spanduk bertuliskan penolakan kenaikan harga BBM. Bahkan, ada juga yang membawa poster bertuliskan “September Berdarah”.

“Jadi pada dasarnya terkait kenaikan harga BBM, kami lebih kepada titik fokus mengevaluasi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), karena BPH Migas ini mempunyai peran pengawasan,” kata Faaruq selaku Koordintor Aksi di kawasan Patung Kuda, Kamis seperti dikutip Kompas.com.

“Kami ketahui bahwasanya subsidi-subsidi ini tidak tepat sasaran, ada penimbunan, bahkan masyarakat dengan ekonomi kelas menengah ke atas itu juga menggunakan BBM bersubsidi,” sambung dia.

Atas dasar tersebut, kata Faaruq, BEM Nusantara meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan agar tidak ada penyelewengan dalam pendistribusian BBM bersubsidi.

Akibat aksi ini lalu lintas di patung kuda tersendat. Selain itu massa juga memaksa melakukan aksi di Depan Istana Merdeka. Akan tetapi jalan medan merdeka barat telah di jaga dan ditutup menggunakan kawat berduri oleh polisi.

Dalam aksi massa itu terdapat mahasiswa yang mengarak keranda bertempelkan foto para menteri seperti Mendag Zulkifli Hasan, Menkeu Sri Mulyani, Menteri BUMN Erick Tohir dan Dirut Pertamina Nicke Widyawati sebagai ekspresi protes terhadap pemerintah atas rencana dinaikannya harga BBM.

“Hari ini kami persembahkan keranda untuk pemerintah,” ujar salah satu peserta aksi.

Sampai sore hari hari kamis ini terpantau massa aksi masih melakukan aksi dengan dijaga ketat oleh polisi.

Share.
Leave A Reply