Wakil Ketua Komisi II DPR, Luqman Hakim menyebut bahwa hampir 200 juta data kependudukan yang tersimpan di pusat data Dukcapil, Kemendagri terancam hilang.

Ia mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan karena perangkat keras berupa ratusan server yang menyimpan 200 juta data tersebut berusia cukup tua dan kadaluarsa.

“Kita menghadapi ancaman serius mengenai data kependudukan. Hampir 200 juta data kependudukan yang tersimpan di data center Dukcapil Kementerian Dalam Negeri terancam hilang atau musnah,” kata Luqman dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (12/4).

Luqman menilai hingga kini belum ada upaya konprehensif dari Kemendagri untuk mengantisipasi ancaman kehilangan data tersebut.

“Sampai hari ini terdapat sekitar empat ribu lima ratus tujuh belas instansi yang melakukan kerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dalam pemanfaatan data kependudukan ini,” sambung Luqman.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini juga menjelasskan bahwa data kependudukan yang dikelola Dukcapil selama ini menjadi basis utama data pemilih. Data tersebut juga akan dipakai pada Pemilu maupun Pilkada serentak 2024 mendatang.

“Saya berharap masalah ini tidak dianggap sepele. Saya mengetuk hati Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, jika perlu Presiden untuk turun tangan terhadap masalah data kependudukan yang terancam musnah,” pungkas Luqman.

Share.
Leave A Reply