GelitikPolitik.com – Jakarta, Ramai pernyataan cawe-cawe, Presiden Joko Widodo akhirnya klarifikasi cawe-cawe apa yang dimaksud pada pertemuan dengan pejabat tinggi negara dan Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (05/06).

Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI Ahmad Doli Kurnia menyampaikan beberapa topik pembahasan pada saat pertemuan termasuk meyampaikan penjelasan maksud cawe-cawe Jokowi kepada wartawan.

“Beliau sampaikan klarifikasi soal cawe-cawe. Jadi, konteksnya Presiden sebetulnya ingin sampaikan kepada siapa pun yang akan menjadi penerus atau presiden dan wapres di periode akan datang itu harus mempunyai persepsi yang sama,” ujarnya.

Doli juga menambahkan maksud pernyataan Jokowi, bahwa nantinya presiden dan wakil presiden harus mengingat bahwa realitas yang tidak mudah. Meski begitu, Menurutnya Indonesia mempunyai peluang untuk menjadi negara maju.

“Momentum untuk kita bisa mendapatkan lompatan yang luar biasa, karena kita punya resources yang disebut tadi electric vehicle, ini yang saya kira menjadi tools untuk kita bisa lompat menjadi negara yang maju,”. Tambahnya.

Selain itu dia juga mengatakan bahwa semua pihak harus terlibat termasuk Jokowi yang mana dia sadar dirinya sebagai kepala pemerintahan saat ini.

Terlibat dalam arti menyampaikan pesan-pesan kepentingan bangsa dan negara serta kemajuan yang akan dicapai.

“Beliau sadar juga bahwa proses politik di pemilu lebih melibatkan pimpinan-pimpinan partai politik yang pak presiden juga tidak ada di dalamnya. Jadi konteks cawe-cawe itu adalah keterlibatan untuk bagaimana supaya kita semua ini memahami situasi dan kondisi dan punya tekad untuk maju terus menjadi negara yang lebih baik,” jelasnya.

Pada kesempatan itu juga Doli menegaskan tentang netralitas pemilu 2024 agar tercipta pemilu yang lebih baik. “Kami berkepentingan untuk bagaimana Pemilu 2024 menjadi pemilu yang lebih berkualitas dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya,” tegasnya.

Share.
Leave A Reply