Menanggapi kisruh internal Partai Demokrat yang dihadapkan pada dualisme pasca digelarnya Kongres Luar Biasa yang dianggap ‘ilegal’, Edhie Baskoro Yudhoyono berpantun melalui akun twitternya, Ibas sapaan akrab Edhie Baskoro ini mengatakan perlu ada upaya untuk mempertahankan kepengurusan DPP Partai Demokrat yang sah sebagai usaha menyelamatkan demokrasi. Menurutnya, negara harus hadir dan tidak bolehh kalah dengan ketidakadilan yang dilakukan oleh Moeldoko CS.

“Saya yakin, negar hadir, pemimpin negeri punya nurani untuk melihat mana yang benar, mana yang salah. Semoga kebenaran dan keadilan masih ada di negara kita” ujarnya melalui twitter dikutip Kamis (11/03/2021).

Twit tersebut Ia tutup dengan berpantun, bukan sekedar pantun yang dibacakan Bambang Soesatyo atau pejabat lain yang suka menyelipkan pantun saat melakukan sambutan. Pantun Ibas melampaui sastra lintas bahasa, mungkin Pak Joko Pinurbo bisa menafsirkan pantun Ibas, atau ada sastrawan lain yang mampu terlintas dipikiran kemudian menulis sajak pantun itu dalam sebuah twit sederhana yang berbunyi “Ada siang ada malam (cakeeep), Ayo Kita selamatkan demokrasi (cakeeep)”.

Pesan ajakan untuk menyelamatkan demokrasi ala Ibas memang sudah tersampaikan dengan baik, tapi alangkah baiknya jika pesan melalui pantun itu mbok ya yang nyambung, Mas. biar ga diserang netizen atau minimal diserang anak kelas 5 SD yang diberi tugas oleh gurunya untuk membuat pantun dengan sajak awal “Jalan-jalan ke Pasar Manggis….”

Share.
Leave A Reply