Presiden Joko Widodo memberikan sinyal akan adanya perombakan kabinet (reshuffle kabinet) pasca deklarasi Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024 yang dilakukan Partai NasDem yang tak lain adalah bagian dari koalisi pemerintah.
“Rencana selalu ada, pelaksanaan nanti diputuskan,” kata Jokowi.
Saat ini, ada tiga kader NasDem yang menduduki jabatan menteri di Kabinet Indonesia Maju. Yaitu Menkominfo Johnny G Plate, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.
- Menuju Ajang ASEAN, BlueScope dan IAI Buka Pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award 2026
- FORTUNE Indonesia Summit 2026 Kembali Digelar Jadi Forum Pengambil Keputusan Bisnis
- Penertiban Konsesi Korporasi di Sumatera Harus Diikuti Langkah Pemulihan Hak Rakyat Atas Tanah
- Ironi Wacana Pengangkatan Status PPPK Pegawai SPPG Di Tengah Status Guru Honorer
- Retro-Politik: Ketika Pilkada Hendak Kembali ke Setelan Pabrik
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto juga ikut mendukung wacana Jokowi melakukan perombakan kabinet. Menurutnya, Jokowi butuh menteri yang loyal, solid dan bekerja menyelesaikan masalah rakyat. Hasto menuding bahwa deklarasi itu sebagai sinyal NasDem yang ingin agar Jokowi lekas diganti sebagai presiden.
Merespon hal itu, NasDem mempertanyakan sikap Hasto yang tampak keras mengkritisi keputusan NasDem melakukan deklarasi Anies tapi diam ketiak Prabowo Subianto dideklarasikan Partai Gerindra sebagai capres.
“Itu klaim tak berdasar namanya. Koalisi itu didasarkan pada apa sih? Pada pencapresan seseorang? Gerindra kenapa tidak disebut lepas juga jika begitu,” kata Ketua DPP NasDem Willy Aditya.
