gelitikpolitik.com – Sejak diberlakukannya UU OTSUS di tanah Papua tepatnya tahun 2001, banyak hal yang menjadi tantangan dan harapan yang kita sudah terjadi tanah Papua seperti pendidikan, kesehatan dan kesejahtraan belum terpenuhi sempurna yang mengakibatkan kedua provinsi ini menjadi provinsi yang termiskin di Indonesia dari 34 provinsi. Harapan kami kedepan sejak pemberlakuan UU OTSUS yang baru ditanda tangani oleh presiden pada tanggal 19 Juli 2021 dapat memberikan harapan baru bagi Orang Asli Papua kedepan.
“Kami Komunitas Masyarakat Papua Jakarta meminta agar pemerintah pusat dapat membentuk badan khusus yang mengatur dan mengawasi, menginventarisir seluruh Orang Asli Papua yang berada di tanah Papua dan di luar tanah Papua atau tanah perantauan.” Ujar Ketua KOMPAJA, John Numberi.
Hal ini sangat penting skali karna kita bersama bahwa selama 20 tahun Orang Asli Papua tidak merasakan apa apa dari dana Otsus yang sudah dikucurkan ke dua provinsi di tanah Papua. Menurut Dirjen Otda Kemendagri, Drs Akmal Malik M.Si, Dana Otsus yang dikucurkan selama 20 Tahun terakhir berjumlah 138 Triliun.
“Kami dari Komunitas Masyarakat Papua Jakarta (KOMPAJA) berharap agar dana Otonomi Khusus kedepannya jangan lagi terjadi seperti sebelum-sebelumnya, kalau pemerintah pusat punya niat baik untuk membagi manfaat langsung untuk Orang Asli Papua itu sah-sah saja.” Sambungnya.
Buatlah satu kebijakan yang langsung menyentuh rakyat Papua. Misalnya saja hari ini terjadi Pandemi Covid 19, pemerintah pusat dapat memberikan bantuan dana seperti BLT, BST dan lain lain, artinya Dana Otsus untuk Orang Asli Papua harus dikucurkan langsung dalam bentuk yg akan diatur dalam bentuk Kartu Dana Otsus Papua. Jangan dibuat dalam bentuk proyek-proyek yang nantinya tidak bermanfaat sama sekali untuk Orang Asli Papua, sehingga mereka jadi penonton di atas tanahnya sendiri.
“Saya berharap seluruh rakyat Papua mendukung hal ini, karna terkait untuk masa depan kita bersama menuju kesejahtraan di tanah Papua dan di tanah perantauan.” pungkas John Numberi, Ketua Komunitas Masyarakat Papua Jakarta.