GelitikPolitik.com – Jakarta, Ketua Umum Spesialisasi Mahasiswa Anti Korupsi (SIMAK) 2014-2015, Rizky Herdianto mengecam aksi pengrusakan dan persekusi Kantor Sekretariat SIMAK STIAMI.
“Dalam alam demokrasi yang terbuka, masih terjadi perlakuan tindakan amoral dan diskriminatif dalam kebebasan berorganisasi. Padahal, kebebasan berserikat dan berkumpul dijamin oleh konstitusi,” ujar Rizky melalui pesan singkat, Selasa (19/09).
- Geovation 2026 Catat 165 Inovasi, Pertamina Geothermal Energy Perkuat Budaya Inovasi untuk Dukung Operasional dan Penciptaan Nilai
- Indonesia Dorong Investasi untuk Percepat Transisi Rendah Karbon
- ‘Berbalas Pantun’ AHY dan Prabowo lewat Pidato
- Rupiah dan IHSG Menguat Usai Prabowo Pidato, Efek Baca Teks?
- Soal Posisi Duduk Wapres Gibran, Gibran Nusa: Jangan Terlalu Overthinking
Dia menyayangkan aksi pengrusakan kantor Sekretariat SIMAK yang berada di Kampus STIAMI di Jakarta dan menyayangkan sikap kampus yang tidak menindak tegas dari pihak keamanan.

“Tindakan yang tidak bisa dibenarkan ini seperti menjadi hal biasa dan tanpa ada tindakan tegas dari pihak keamanan kampus maupun manajemen,” tambah Rizky.
Rizky juga meminta untuk mengusut secara menyeluruh dan tuntas serta mencari siapa pelaku pengrusakan kantor Sekretariat SIMAK dan meminta agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi memberikan atensi atas kejadian ini.
“Kami akan meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kepada tindakan yang sudah mengarah ke tindak pidana ini. Dan juga meminta Kemendikbud Ristek agar memberikan atensi, karena hal ini tidak dibenarkan dalam dunia akademik yang menjadi noda terhadap kehidupan berorganisasi di lingkungan kampus,” pungkas Rizky.
