Presiden Joko Widodo resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali pada Selasa, (15/11). Pada sambutannya, ia berpesan untuk mengajak kepada Anggota G20 agar mengakhiri perang.
“Suatu kehormatan bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah KTT G20, saya mengerti kita perlu upaya besar untuk dapat duduk bersama di ruangan ini,” kata Jokowi saat membuka pertemuan sesi pertama.
- Menuju Ajang ASEAN, BlueScope dan IAI Buka Pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award 2026
- FORTUNE Indonesia Summit 2026 Kembali Digelar Jadi Forum Pengambil Keputusan Bisnis
- Penertiban Konsesi Korporasi di Sumatera Harus Diikuti Langkah Pemulihan Hak Rakyat Atas Tanah
- Ironi Wacana Pengangkatan Status PPPK Pegawai SPPG Di Tengah Status Guru Honorer
- Retro-Politik: Ketika Pilkada Hendak Kembali ke Setelan Pabrik
“Menjadi bertanggung jawab berarti mencipatakan situasi yang tidak zero-sum, bertanggung jawab di sini juga berarti kita harus mengakhiri perang. Jika perang tidak berakhir, akan sulit bagi dunia untuk bergerak maju,” kata Jokowi menyampaikan pesan perdamaian kepada para pemimpin negara anggota G20.
Jokowi juga menyerukan kepada anggota G20 agar menghindari perang dingin lainnya. Bukan hanya itu, Jokowi juga menyampaikan bahwa Kelompok 20 ekonomi utama harus berhasil mengatasi krisis paling mendesak di dunia.
“Hari ini, mata dunia tertuju pada kita. Akankan kita berhasil mencetak keberhasilan? Atau kita akan menambah satu kegagalan lagi? Bagi saya, G20 harus berhasil, tidak boleh gagal,” kata Jokowi.
