Masih dalam suasana ramai dan hingar-bingar reshuffle kabinet Jokowi sisa masa jabatan 2019-2024 di mana beberapa nama masuk sebagai menteri dan wakil menteri baru terutama Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahtjanto yang menjadi sorotan.
Demokrat bilang kalau agenda reshuffle Kabinet Indonesia Maju kali ini hanya untuk memenuhi kepentingan politik Presiden Joko Widodo dan tidak menyelesaikan persoalan rakyat.
“Perombakan ini lebih memenuhi dan melayani kepentingan politik Pak Jokowi, bukan untuk menyelesaikan persoalan rakyat atau mengoptimalkan kinerja di akhir masa jabatan,” kata Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani, Rabu (15/06).
Kamhar juga bilang kalau kocok ulang menteri ini hanya semata mengakomodir kepentingan politik untuk parpol koalisi pemerintah dan orang-orang terdekat Jokowi. Masa iya?
- Menuju Ajang ASEAN, BlueScope dan IAI Buka Pendaftaran Indonesia Steel Architectural Award 2026
- FORTUNE Indonesia Summit 2026 Kembali Digelar Jadi Forum Pengambil Keputusan Bisnis
- Penertiban Konsesi Korporasi di Sumatera Harus Diikuti Langkah Pemulihan Hak Rakyat Atas Tanah
- Ironi Wacana Pengangkatan Status PPPK Pegawai SPPG Di Tengah Status Guru Honorer
- Retro-Politik: Ketika Pilkada Hendak Kembali ke Setelan Pabrik
“Jadi publik tentunya tidak dapat berharap banyak bahwa perubahan ini akan semakin membawa pada perbaikan,” tambahnya.
