gelitikpolitik.com – Jakarta, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan keterangan pers di DPP Partai Demokrat Senin (1/02/21). Dalam keterangan persnya, AHY menyebut ada pihak yang berusaha ‘menggoyang’ partai mercy yang ia pimpin.
“Kami memandang perlu dan penting untuk memberikan penjelasan secara resmi tentang duduk perkara yang sebenarnya, yaitu tentang adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi partai demokrat. Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo. Lebih lanjut gerakan ini dikatakan sudah mendapat dukungan dari sejumlah menteri dan pejabat penting di pemerintahan Presiden Joko Widodo” ujar AHY dari video konpress di DPP Partai Demokrat.

AHY memang tidak langsung menyebut nama, akan tetapi menyebutkan clue yang dianggap berperan penting dalam skenario penggulingan dirinya dari posisi ketua umum partai demokrat melalui Kongres Luar Biasa (KLB).
Dibalik Bilik Kudeta
Mengutip Kompas.com. 5 nama tersebut sampai saat ini adalah:
1. Moeldoko
Kepala Kantor Staf Kantor Presiden (KSP) Moeldoko disebut menjadi salah satu dalang skenario kudeta ditubuh Partai Demokrat. Moeldoko disebut oleh Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra.
“Berdasarkan pengakuan, kesaksian, dari BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat yang kami dapatkan, mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepekimpinan Partai Demokrat secara inskontitusional untuk kepentingan pencapresan 2024,” sebut Herzaky dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.
2. Marzuki Alie
Mantan Ketua DPR RI periode 2014-2019, Marzuki Alie pun terseret sebagai salah satu aktor dibalik skenario kudeta ini, Marzuki termasuk orang lama Demokrat.
3. Muhammad Nazaruddin.
Rachlan Nashidik melalui konfirmasi yang diterima Kompas.com menyebut bahwa Nazaruddin juga merupakan salah satu aktor penggulingan kekuasaan ditubuh Partai Demokrat. Nazaruddin juga merupakan mantan pejabat penting di struktural Partai Demokrat. Nazaruddin divonis 4 tahun 10 bulan serta denda sebesar Rp. 209 juta subsider 4 bulan dalam kasus korupsi Wisma Atlit, kini sudah bebas dari penjara sejak agustus 2020 lalu.
4. Jhoni Allen
Anggota DPR RI juga disebut berperan, hal ini dikatakan oleh Ketua Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra. Jhoni adalah anggota DPR Fraksi Partai Demokrat dapil Sumatera Utara.
5. Darmizal
Nama Darmizal disebut oleh Rachlan Nashidik. Darmizal sendiri merupakan mantan Wakil Ketua Komisi Pengawas Partai Demokrat lalu mundur dan menjadi Ketua Umum Relawan Jokowi pada mei 2018 silam.
