GelitikPolitik.com – Jakarta, Sejumlah fraksi di DPR mendesak agar Presiden Jokowi mencopot Ketua Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi PKB, Syaikhul Islam Ali mengkritik kinerja Laksana yang tak memuaskan. Menurutnya, Laksana justru tak profesional dan terus membuat kontroversi.

“Kami menilai hingga hampir dua tahun waktu berjalan belum ada kemajuan signifikan terkait konsolidasi kelembagaan maupun kebijakan dari BRIN. Yang ada malah kontroversi dan ketidakprofesionalan dari para pejabat BRIN,” kata Ali dalam keterangannya, Rabu (1/2).

Ali menyebut Handoko tak membawa perubahan dalam konsolidasi lembaga tersebut. Ia menyebut BRIN merupakan lembaga yang terbentuk atas berbagai entitas riset dan inovasi yang jumlahnya tak sedikit.

Menurutnya, kerja-kerja lembaga itu masih rancu di lapangan. Terutama soal otoritas kewenangan hingga skema penggabungan lembaga itu dengan Kemenristek.

Ali menilai perlu ada upaya cepat untuk menyelamatkan BRIN, salah satunya dengan mengganti Laksana. Ia ingin Laksana diganti dengan sosok yang memiliki kapasitas dan profesionalitas.

Kepala BRIN Angkat Suara

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko enggan menanggapi desakan DPR, ia hanya menjawab singkat mengenai tanggapan desakan dari berbagai fraksi yang menuntut agar dirinya mundur dari posisi pimpinan BRIN.

“Saya enggak ada tanggapan kalau mengenai itu, entar aja,” ujar Handoko di kantor BRIN Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (31/1).

Keterangan tersebut diberikan Handoko usai dirinya merampungkan rapat di kantornya pada pukul 18.50 WIB. Handoko sendiri tidak menjelaskan rapat apa yang tengah dibahas olehnya.

Share.
Leave A Reply