GelitikPolitik.com – Jakarta, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pupus harapan untuk lolos menuju Senayan pada Pemilu 2024. Partai berlambang ka’bah ini pertama kali dalam sejarah tidak bisa mempertahankan eksistensinya di DPR.

Terkait hal tersebut, beredar kabar bahwa empat pimpinan majelis PPP meminta agar partai segera menggelar Muktamar untuk mengevaluasi perolehan hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024.

Empat majelis tersebut yakni Majelis Kehormatan yang diketuai Zarkaih Nur, Majelis Pakar di bawah Prijono Tjiptoherijanto, Majelis Syariah di baawah Mustofa Aqil Sirodj, dan Majelis Pertimbangan yang diketuai Muhammad Romahurmuziy. Surat permintaan itu disampaikan untuk Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono pada 1 Mei 2024.

“Kami meminta agar Muktamar digelar pada tahun 2024, selambat-lambatnya tiga bulan setelah surat ini diterima,” demikian dikutip dari bunyi surat tersebut. Jika dihitung dari tanggal surat terbit, maka empat majelis meminta agar Muktamar PPP digelar paling lambat Agustus 2024.

Dibantah Jubir

Juru bicara Plt Ketum PPP, Imam Priyono menegaskan bahwa seluruh jajaran PPP sudah sepakat akan menggelar Muktamar untuk memilih ketua umum PPP di Sulawesi Tenggara pada 2025 mendatang.

Imam mengatakan bahwa jadwal Muktamar PPP pada 2025 itu merupakan keputusan dalam Rapimnas IX yang digelar di Tangerang, 6 Juni 2024. Forum tersebut turut dihadiri pada pimpinan majelsi dan para pimpinan PPP yang sudah mufakat dengan keputusan itu.

“Muktamar partai akan dilaksanakan sesuai aturan yakni pada tahun 2025 dan rencanaya akan diselenggarakan di Sulawesi Tenggara. Salah satu agenda muktamar yakni pemilihan ketua umum,” kata Imam dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (16/06).

Share.
Leave A Reply