GELITIKPOLITIK.COM – Taliban berhasil menguasai Kabul, ibukota Afghanistan pada Minggu, (15/08/21). Presiden Afganistan Ashraf Ghani bahkan dilaporkan meninggalkan Kabul dan mengungsi ke Oman dan menyerahkan kekuasaan negara ke tangan Taliban. Bahkan, ribuan warga Afghanistan berbondong-bondong untuk meninggalkan negara itu.
Beberapa video viral dimedia sosial, ribuan orang memadati bandara setempat dan nekat bergelantungan dibadan pesawat militer AS, beberapa video yang beredar ada yang sampai terjatuh dari pesawat tersebut.

Sementara itu, Presiden AS Joe Biden bersikukuh bahwa keputusannya menarik pasukan AS dari Afghanistan adalah langkah yang tepat.
“Saya berdiri teguh dengan keputusan saya. Setelah 20 tahun, saya tahu tidak pernah ada waktu yang tepat untuk menarik diri,” kata Biden seperti dikutip Kompas.com (17/08/21)
Kendati demikian, presiden dari Partai Demokrat itu mengaku sedih dengan situasi mengkhawatirkan yang saat ini terjadi di Afghanistan, terutama di Kabul. Biden berjanji untuk memastikan hak-hak perempuan dan anak-anak tetap akan dilindungi, meski saat ini tengah terancam karena kembalinya kekuasaan ke tangan Taliban.
Alih-alih menunggu situasi tenang, politisi PPP Syaifullah Tamliha berharap agar Presiden Jokowi terus menjalin komunikasi dengan para pemimpin Taliban yang akan mengambil alih pemerintahan Afghanistan.
“Pemerintah Indonesia telah mengambil sikap yang tegas dengan tidak memulangkan para diplomatnya, termasuk Duta Besarnya dari Afganistan, dan kita berharap Indonesia segera menjalin komunikasi diplomatiknya dengan para pemimpin pejuang Afghanistan yang akan memimpin negara tersebut. Baik yang ada di Kabul maupun yang bermarkas di Doha, Qatar,” tuturnya, dikutip detik.com (17/08/21).
Syaifullah menilai, keakraban yang terjalin antara Presdien Jokowi dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Namun, dia mengatakan, Jokowi juga menjalin komunikasi dengan pemimpin Taliban yang berpusat di Doha, Qatar.
“Meskipun Presiden Jokowi tampak menunjukkan ‘keakraban’ dengan Presiden Afganistan Ashraf Ghani, yang sekarang memilih kabur ke Tajikistan, Indonesia menurut informasi yang saya peroleh, diam-diam Presiden Jokowi juga terus-menerus menjalin hubungan dengan pimpinan pejuang Taliban yang berpusat di Doha, Qatar. Terakhir beberapa bulan yang lalu Menlu RI Retno Marsudi juga berkunjung ke Doha, yang tentunya mengemban misi yang sama,” kata Tamliha kepada wartawan, Selasa (17/8/2021).
“Dikuasainya Afganistan secara keseluruhan, termasuk Ibu Kota Kabul, oleh pejuang Taliban tentunya akan memperjelas wajah negara tersebut. Pertama, nama negaranya sudah jelas menjadi Republik Islam Afghanistan,” ujarnya.
Dia juga menyebut potensi Afghanistan akan memiliki sumber daya alam melimpah serta dominasi Amerika Serikat di Afghanistan tidak akan menonjol lagi.
“Jika sudah pulih akan menjadi negara dengan sumber daya alam melimpah yang tentunya menarik investor asing dan yang ketiga dominasi Amerika Serikat tersebut negara yang dulunya kawasan Persia tersebut nyaris tidak menonjol lagi,” kata Tamliha.
