Tepat pada 10 November 2020, Gelitik Politik dimulai dengan sebuah konsep sederhana. Dihari pahlawan itu, kami mengajak Ahmad Athoillah atau Gus Aik yang merupakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur untuk berbincang membahas “Politik Santri, Santri Berpolitik” melalui zoom, yang kemudian kami record dan didistribusikan videonya melalui kanal YouTube dan audionya kami salurkan ke platform Spotify.

Mengapa santri? Karena dalam sejarahnya, Hari Pahlawan diperingati tentu tidak lepas dari hari peran santri. Keterkaitan sejarah ini bermuara pada sejarah “Resolusi Jihad”.

Peristiwa itu bermula ketika tentara Inggris datang kembali ke Indonesia membonceng  pihak Netherlands Indies Civil Administration (NICA).  Dan resolusi Jihad sendiri bermula saat Presiden RI Pertama, Soekarno mengirim utusan kepada KH Hasyim Asyari, menanyakan bagaimana hukumnya dalam agama Islam membela tanah air dari ancaman penjajah.

Kemudian pada tanggal 21-22 Oktober 1945, KH Hasyim Asyari mengumpulkan wakil-wakil dari cabang NU di seluruh Jawa dan Madura di Surabaya untuk membahas bagaimana hukumnya membela tanah air. 

Tekad Bulat untuk Melangkah Jauh

Gagasan utama dari sebuah penamaan “Gelitik Politik” adalah pesan bahwa politik bukanlah sebuah ranah yang kaku dan hanya urusan orang tua. Generasi muda yang apatis terhadap politik perlu dirangkul dengan cara menyampaikan politik yang asyik dan menarik. Isu-isu politik dikemas untuk menyentuh target audiens: anak muda.

Pada Desember 2020, sebulan setelah Gelitik Politik berdiri, Gelitik Politik masuk dalam Kategori Bisnis Pemula dalam Festival Inovasi Wirausaha yang digelar oleh Disporabudpar Kab. Bekasi dan berhasil meraih Juara III Kategori Bisnis Pemula.

Gelitik Politik adalah sebuah ide untuk menjadi sebuah media politik alternatif. Menurut data yang kami miliki, mayoritas audiens podcast kami yaitu 37% audiens podcast Gelitik Politik adalah anak muda dengan rentang usia 23-27 tahun, disusul 32% audiens dengan rentang usia 28-34 tahun, 24% audiens dengan rentang usia 18-22 tahun dan sisanya sebanyak 3% audiens berusia 45-59 tahun. Apa artinya? Gelitik Politik Podcast dilirik oleh mayoritas anak muda yang mencoba ‘mendengar’ politik dari sebuah platform podcast yang kekinian.

Untuk melangkah lebih baik, kami mendengar masukan dari audiens melalui Survei 2 Tahun Gelitik Politik. Bagaimanapun, kami berorientasi kepada audiens dan apa yang dibutuhkan dan bagaimana kami bisa menghadirkannya.

Di usia yang masih belia, Gelitik Politik tidak akan berhenti untuk terus berinovasi, menjadi media yang mengisi ruang demokrasi, berani berbeda untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ada sebuah media alternatif yang perlu dibaca.

Share.
Leave A Reply