Beredar isu tentang wacana kocok ulang atau perombakan atau bahasa kerennya reshuffle kabinet pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin menguat lagi dan mendapat dukungan dari masayrakat. Lah kok? Yaa ndak tau tanya kok sama saya. Hal itu terlihat dari hasil survei yang baru saja dirilis oleh Charta Politika.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menyampaikan hasil survei terkait reshuffle kabinet, mayoritas publik sebesar 63,1% setuju. Sementara, hanya ada 24,3% yang tidak setuju dan 12,7% tidak tahu/tidak jawab.
“Kalau kita membaca sekedar dari persepsi publik, di luar penilaian dari Pak Jokowi sebagai bos dari para menteri, memang dukungan atau dorongan publik untuk adanya reshuffle itu sangat besar,” kata Yunarto dalam paparan hasil survei secara daring, Senin (13/06).
Menteri baru lagi yee?
Desas-desusnya nih, Partai Amanat Nasional atau PAN yang kemarin baru gabung dalam koalisi pemerintah bakal dapat jatah kursi di Kabinet Indonesia Maju Jilid 2. “Kalaupun misalnya ada isu-isu reshuffle kabinet yang katanya PAN akan dapat, tentu kami dengan senang hati ikut bergabung di dalam kabinet,” kata Ketua DPP PAN Saleh Partaonan Daulay, Senin (13/06).

Saleh mengatakan jika pun PAN mendapat kesempatan untuk bergabung ke dalam kabinet, pihaknya memastikan akan mengirim kader terbaik.
Perlu klean tahu, guys. Selama periode kedua masa jabatan 2019-2024, Jokowi tercatat baru melakukan satu kali reshuffle, tepatnya pada Desember 2020 kemarin.
Yaa itu pun gegara satu menteri yang kesandung kasus, yaitu Juliari Batubara yang digantikan oleh Tri Rismaharini sebagai Mensos, Wishnutama diganti Sandiaga Uno sebagai Menparekraf, Terawan Agus Putranto yang diganti oleh Budi Gunadi Sadikin sebagai Menkes, dan Menag yang sebelumnya diduduki Fachrul Razi diganti Yaqut Cholil Qoumas.
Eh ada lagi, tersangka kasus udang, Edhy Prabowo digantikan Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dan terakhir ada Agus Suparmanto yang digantikan Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan.
